Kamis, 23 Maret 2017

Hunting Ekspedisi Pulau Maringkik




            Hunting ekspedisi merupakan salah satu program kerja  yang di adakan oleh Biro Buru Objek, UKM Fotografi Kampus Universitas Mataram yang bertujuan untuk mempererat silaturrahmi Anggota UKM FOTOGRAFI Universitas Mataram dengan Masyarakat, Melatih dan meningkatkan kemampuan dalam fotogafi melalui Hunting Foto, Sebagai sarana pengabdian diri terhadap masyarakat, selain itu dapat memperkenalkan pariwisata NTB.
Hunting ekspedisi ini berlangsung selama 5 hari, dengan start perjalanan dari tanggal 26 April 2016. Pada tahun ini hunting ekspedisi dilaksanakan di Pulau maringkik, yang terletak pada Tenggara Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pulau tersebut merupakan pulau kecil yang terletak di tengah laut, pulau maringkik termasuk pulau yang padat penduduk. Saat ini tercatat sebanyak 599 kepala keluarga yang mendiami pulau tersebut. Mayoritas penduduknya adalah nelayan, dikarenakan kekayaan bahari nya melimpah ruah sehingga banyak warga yang ber imigrasi ke pulau maringkik. Namun kurangnya air tawar menjadi pilihan untuk hidup di pulau tersebut. Bagi warga, air tawar sangat berharga, itu dikarenakan tidak adanya sumber air di pulau tersebut.
Dalam mendapatkan air tawar, warga harus rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit, dimana satu jerigen air dibeli seharga Rp 3 ribu. Sehingga dalam satu bulan dapat menguras kantong setiap kepala keluarga, ini pun tidak cukup bila ia dan keluarga mandi dan mencebur ke laut terlebih dahulu untuk membersihkan tubuhnya. Masyarakat ini sudah biasa mandi dengan hanya cukup satu botol (1 liter) saja.

            Sebenarnya pemerintah sudah membangun bak-bak penampungan air di pulau ini dan sudah membangun jaringan pipa (PDAM) untuk mengalirkan air tawar dari darat (tanjung luar) melalui bawah laut, namun masih saja daerah ini mengalami kekurangan air tawar dikarenakan, fluktuasi waktu air mengalir tidak tentu, terlebih lagi jika musim kemarau. Penduduk pulau maringkik kaya akan air tawar, hanya ketika musim hujan. Dimana ketika musim hujan penduduk berbondong-bondong menampung air menggunakan apa saja, hingga di setiap rumah tidak asing kita temui corong pipa yang mengalir ke dalam kamar mandi maupun penampungan air.

            Dari permasalahan tersebut, kami selaku Mahasiswa yang bergerak dibidang fotografi atas dasar TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI melakukan suatu bentuk pengabdian diri terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan dengan bentuk Hunting Foto atau menyampaikan informasi melalui hasil Foto. Dengan itu kami akan melaksanakan Pameran Foto Amal, dengan menampilkan informasi-informasi tentang pulau yang kekurangan air tersebut, dengan tujuan dapat mendapatkan bantuan air tawar yang akan di berikan kepada penduduk pulau maringkik.
Pameran foto amal akan kita adakan bersamaan dengan Pameran Angkatan ke-20 UKM Fotografi Kampus Universitas Mataram, pada bulan April yang akan datang.
COMING SOON.......
( PANGKAT XX “Air dan Kehidupan” )








Sabtu, 11 Maret 2017

HUNTING PERTAMA ANGGOTA MUDA ANGKATAN KE-20


Hari ini tanggal 16 februari 2017 kami Ukm fotografi kampus Universitas Mataram  berangkat ke Lombok Tengah untuk mengikuti puncak acara pestival Bau nyale sekaligus hunting pertama anggota muda angkatan ke-20 di pantai seger .

  


Berangkat dari sekret Ukm fokus Unram  jam 09.30 pagi dengan cuaca yang sangat mendukung kami berencana untuk ngecamp di pantai Seger agar bisa menyaksikan kemeriahan malam puncak festival Bau nyale sekaligus menyaksikan nyale itu keluar ke permukaan laut. dengan menggunakan sepeda motor kami membawa perlengkapan seperti tenda, matras, alat masak dan alat makan, tidak lupa juga kami membawa terpal untuk menutupi tenda supaya tenda kami tidak basah oleh air hujan, karena cuaca bisa saja berganti tanpa kita ketahui. 

Setelah beberapa jam perjalanan, kami sampai di Pantai Seger jam 14.00. Kami segera mencari lokasi strategis untuk  mendirikan tenda sekaligus tempat hunting.
Setelah semua selesai kami pun membagi kelompok yang di dalamnya ada 5 orang diaantaranya 4 Anggota Muda dan 1 Pengurus,  agar semua acara dari festival Bau nyale tersebut tidak terlewatkan satupun.

Tak lupa sebelum berangkat hunting ketua Umum memberikan pengarahan supaya saat di lokasi hunting tidak kebingungan dalam mengambil foto dan bagaimana cara berkomunikasi dengan baik.  Kelompok pertama yang berangkat hunting terlebih dahulu yang di tugaskan untuk mengambil salah satu rangkaian acara yaitu parade budaya yang di selenggarakan di depan kantor bupati Lombok Tengah.

                                                Parade budaya ilusterasi putri mandalika

Acara parade budaya tersebut hanya di ikuti khususnya oleh masyarakat Lombok Tengah, masing-masing desa menampilkan ilustrasi Putri Mandalika tahun 2017 dari masing-masing desa dan kesenian, maupun hasil bumi masyarakat setempat kemudian di arak menuju lokasi puncak acara yang terletak di pantai Seger.

Miss Indonesia Tahun 2016 dan ibu Martha Tilar berkesempatan hadir untuk ikut berpartisipasi dalam acara festival Bau nyale ini. Tentu saja para pengendara di alihkan ke jalan lain untuk mencegah kemacetan, jalanan dengan seketika berubah menjadi lautan manusia  yang antusias untuk menyaksikan sekaligus mendukung desanya sendiri dalam parade Budaya tersebut jam menunjukan pukul 06.10 dan matahari pun perlahan mulai terbenam dan airlaut pun mulai surut, namun suasana di pantai seger semakin sesak oleh banyak orang yang bersiap-siap untuk menunggu nyale itu keluar.

                                                       Pantai Seger Lombok Tengah

 Kamipun bergegas kembali ke tenda untuk beristirahat. Sesampainya di tenda makan malam pun sudah tersedia oleh teman-teman yang bertugas menjaga tenda.
Nasi balap menjadi menu utama makan malam untuk malam ini meskipun cuman sekedar nasi balap yang dengan lauk seadanya kami dengan lahapnya menyantapnya karena  kami makan bareng bukan ja’im bareng.

Selagi menunggu nyalenya keluar ketua umum pun menyempatkan diskusi tentang fotografi, sekalian menyuruh semua untuk saling menjaga satu sama lain karena kita berada di kerumunan orang yang ikut menghadiri acara malam puncak festival Bau Nyale
                                         Malam puncak acara Pestival Bau Nyale tahun 2017

Di saat malam semakin gelap, air lautpun berangsur-angsur mulai surut. Pukul 04.20 Nyale sudah mulai naik ke permukaan dengan masyarakat berteriak sekencang-kencangnya agar semakin banyak Nyale yang keluar. Dengan teriakan dimana-mana, mereka lalu turun ke laut untuk mencari nyale.
Nyale merupakan sejenis cacing yang warnanya beragam. Masyarakat percaya nyale dapat menjadi obat dan lezat jika disantap. Saat ditunggu pun tiba. Warga semakin memenuhi pesisir pantai hingga ke tengah. Sebagian dari kami mengambil foto dari bawah dan atas bukit. 

Saya memilih ke atas bukit dengan lima orang lainnya. Dari atas sini semua view dapat terlihat. Pantulan cahaya yang mereka bawa seolah terlihat seperti bintang kelap-kelip, posisi bulan malam ini tepat  berada di tengah. Di atas bukit, angin cukup kencang. Kami menikmati malam itu dengan tiduran sambil sesekali mengambil foto landscape. Kedua mata ini tidak lelah memandang gugusan bintang di langit. Adapun hasil dari teman teman saat hunting bau nyale dari rangkaian kegiatan bau nyale sampai akhir kegiatan bau nyale.

                       
                                    Lomba surfing di Pantai Seger Lombok Tengah









Sabtu, 07 Januari 2017

TAHUN BARU 2017 UKM FOKUS DI SEMBALUN

Tulisan Oleh: Windah Sri Wahyuningsih (Anggota Muda 2016)


Sore ini, pada pukul 16:25 di tengah ruang tamu, aku mulai untuk kembali menulis. Sudah lama rasanya tidak menceritakan banyak hal. Sementara, peristiwa demi peristiwa telah banyak ku lalui. Aku sudah resmi menjadi anggota muda ukm ternama di kampus ku. Ukm ini bergerak dalam bidang fotografi. Untuk lebih lanjutnya tentang ukm ini, nanti akan ku ceritakan di lain waktu.

Senin, 10 Oktober 2016

PAMERAN AKBAR UKM FOKUS UNRAM 2016 "DINESIA"



Salam Fotografi.. !!!! FOKUS…..!!!!! 

UKM Fotografi Kampus Universitas Mataram adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pecinta fotografi yang dibentuk oleh Nanang Wirawan,SE  khususnya untuk mahasiswa/i Universitas Mataram. Sejak berdiri tanggal 10 Juni 1995, UKM Fotografi Kampus Universitas Mataram yang biasa disingkat UKM FOKUS UNRAM sudah memiliki 19 angkatan yang merupakan satu-satunya UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bergerak dibidang fotografi dalam lingkup Universitas di Nusa Tenggara Barat. Berbagai kegiatan Pelatihan, Seminar, Workshop hingga Pameran Fotografi merupakan agenda rutin yang diadakan UKM FOKUS UNRAM pada setiap tahunnya.

Minggu, 09 Oktober 2016

DIES NATALIS KE-21 UKM FOKUS UNRAM 2016

Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi Kampus Universitas Mataram atau yang biasa di singkat dengan UKM FOKUS UNRAM adalah Organisasi Pertama yang bergerak di bidang Fotografi di Nusa Tenggara Barat yang didirikan oleh Nanang Wirawan, SE beserta kawan-kawan pada tanggal 10 Juni 1995. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah pengembangan karya seni mahasiswa khusunya Universitas Mataram di bidang Fotografi, Organisasional, dan Sosial Budaya. UKM FOKUS UNRAM bertujuan untuk Menggali minat dan bakat mahasiswa Universitas Mataram dalam bidang fotografi serta mampu mencetak generasi yang memiliki jiwa organisatoris dan mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.